Kamis, 17 Oktober 2019

Sifat Pembelian industri dan perilaku pembelian

Tujuan pembelian
Pembelian item yang tepat pada jumlah, harga, dan saat pengiriman pada tempat tujuan yang tepat. Ketepatan dari sisi:
- Pengiriman
- Kualitas
- Harga yang rendah
- Pelayanan
- Hubungan dengan suplier

Aktivitas Pembelian
Fase dalam proses pembelian:
l Menyadari kebutuhan dan masalahnya
l Penetapan karakteristik dan jumlah produk yang di beli
l Mengembangkan spesifikasi atau diskripsi produk yang diperlukan
l Pencarian pemasok yang berkualitas
l Menetapkan dan analisis pemasok
l Evaluasi usulan dan selsksi proposal
l Seleksi jalur pemesanan
l Penilaian kinerja dan evaluasi pasca pembelian

Tipe – Tipe Pembelian
lPembelian baru
 
- Perusahaan baru pertama kali membeli
l Perubahan pemasok
- Perusahaan tidak puas dengan kinerja pemasok yang sekarang sehingga mengganti pemasok untuk pembelian produk yang sama
l Pembelian ulang
- Organisasi/perusahaan memerlukan pembelian produk secara berkelanjutan

Teknik Pembelian
a. Pembelian cara biasa
            Cara pembelian ini adalah cara pembelian konvensional yang ditempuhdalam kegiatan pembelian untuk memenuhi kepeluan biasa,. Rutin, atau pembelian yang direncanakan atau tidak direncanakan jauh hari sebelumnya, yaitudengan menggunakan surat pesanan.
b.Pesanan selimut
        Pesanan selimut atau blanket order atau blanket purchase ordrermendasarkan pesanan atau pembelian persatuan pasti selama waktu tertentu.
c.Pembelian atas dasar konsinyasi
            Dalam cara konsinyasi ini, pembeli tidak menenggung resiko financial ataspentediaan barang yang dibeli. Yang memiliki barang selama belum dipakai olehpembeli adalah penjual.
d.Pembelian tepat waktu.
          Pada teknik ini yang pertama kali dilakukan adalah membatasi jumlahpemasok dengan menyeleksi penjual. Pada teknink ini pembelian harus tepatwaktu dan mutunya harus terjamin karena pembelian ini berusaha meniadakanpersediaan.
e.Sistem kontrak
           Sistem kontrak merupakan variasi dalam pembelian tepat waktu. Dalampembelian jenis ini, teknik pembelian ditekankan pada pembelian dan pengisisankembali persediaan barang yang keperluannya berulang dengan mengurangi biayadan waktu administrasi.
f.Cara-cara lain
1.      pesanan telepon
2.      pesanan secara elektronik
3.      wesel perintah pembelian
4.      pembelian kas kecil
5.      pembelian dengan kartu kredit
6.      pembelian secara terus menerus
Buying Center
Buying centre merupakan kumpulan individu atau kelompok yang berpartisipasi dalam keputusan pembelian
Tugas buying centre sebagai:
1.      Inisiator
2.      Pembeli
3.      Pengguna
4.      Orang yang berpengarih pengambil keputusan
5.      Gatekeepers

Anggota buying center
1.      Top manajer
2.      Pakar ( orang bagian teknik dan fungsional)
3.      Pembeli
4.      Orang dari bagian keuangan
5.      Orang dari bagian pemasaran
The Webster and Wind model & The Sheth model
Variabel lingkungan:
· Fisik, Teknologi, Ekonomi
·Politik ,hukum, Budaya
·Permintaan konsumen
·Praktek persaingan dan tekanan
·Informasi pemasok
Variabel organisasi:
· Tujuan dan Struktur organiasi,
·Prosedur dan kebijakan pembelian
· Sistem evaluasi dan imbalan
·Tingkat desentralisasi dalam pembelian
Variabel buying centre                                               
·Otorisasi, pengukuran
·Pengaruh kunci
·Hubungan antar pesonal dan komunikasi
Keputusan pembelian organisasional
·Pemilihan pemasok
·Keputusan penundaan dan pencarian informasi
·Membuat, menyewa atau membeli
·Tidak membeli          
Variabel individu
·Tujuan personal, Pendidikan
·Pengalaman dan keahlian
·Nilai, Posisi dalam pekerjaan
·Gaya hidup dan Pendapatan
Aktivitas Pembelian saat ini
1.      Just in time delivery
2.      Oursourching
3.      Singe sourching
4.      Value analysis
5.      Buying committee

Referensi



Jumat, 11 Oktober 2019

Karakteristik Pasar Industri

Tipe - tipe konsumen pasar industri
1. Pembeli lebih sedikit. Contohnya Goodyear Tire Company sangat tergantung pada pesanan dari salah satu dari tiga pabrik mobil besar.
2. Pembeli dengan Skala yang Lebih Besar. Dalam pasar yang sangat luas, jumlah pembeli lebih sedikit namun dengan volume pembelian yang banyak.
3. Hubungan Pemasok-Pelanggan yang Erat. Disebabkan sedikitnya jumlah pelanggan dan pentingnya posisi pelanggan besar terhadap pemasok, akan terlihat hubungan yang erat antara pelanggan dengan pemasok produk mereka dengan kebutuhan pelanggan secara individual. Pihak pemasok semakin sering diminta menghadiri seminar khusus yang diselenggarakan oleh pelanggan industri agar mengenal dengan baik persyaratan mutu dan pembelian pihak pembeli.
4. Pembeli yang Terpusat secara Geografis. Sebagai contoh di Amerika, >50% jumlah pembeli dalam pasar industri terpusat pada tujuh negara bagian (New York, California, Illionis, Ohio, New Jersey, Michigan, dan Pennsyilvania). Kebanyakan hasil pertanian datang dari sejumlah kecil negara bagian. Manfaat dari konsentrasi geografis ini adalah mengurangi biaya untuk menjualnya. Produsen yang memasarkan produknya pada pasar industri akan mengamati setiap kecenderungan yang mengarahkan ke atau meninggalkan konsentrasi geografis selanjutnya.
5. Permintaan Turunan (Derived Demand). Kulit binatang dibeli oleh perusahaan karena ada yang menginginkan sepatu kulit. Sehingga permintaan pasar atas barang jasa industri pada akhirnya berasal dari permintaan atas barang konsumsi.
6. Permintaan Inelastik. Permintaan total atas banyak barang industri dan jasa tidak banyak dipengaruhi oleh perubahan harga. Misalnya pabrik sepatu kulit tidak akan membeli kulit dalam jumlah besar hanya karena harga kulit sedang turun, begitu juga sebaliknya, kecuali mereka mendapatkan pengganti atas kulit yang memadai.
7. Permintaan Berfluktuasi. Permintaan atas barang industri dan jasa cenderung lebih mudah berubah daripada barang konsumsi, terutama pada permintaan mesin-mesin dan peralatan baru. Kenaikan persentase tertentu dari permintaan barang konsumsi dapat mengakibatkan kenaikan dalam jumlah persentase yang jauh lebih besar dalam permintaan atas mesin dan peralatan. Ekonom menyebutnya sebagai prinsip percepatan (acceleration principle).
8. Pembelian Profesional. Barang-barang industri umumnya dibeli oleh agen pembeli yang sudah terlatih secara profesional. Sebagai contoh di Amerika Serikat, agen pembelian banyak yang menjadi anggota National Association of Purchasing Managers (NAPM).
9. Beberapa Pengaruh Pembelian. Walaupun periklanan, promosi, penjualan publisitas memainkan peran penting dalam bauran promosi industri, penjualan tatap-muka (personal selling) merupakan alat penjualan utama.
10. Kharakteristik lain-lain, Kharakteristik lain ini seperti pembelian langsung, timbal balik, dan sewa beli (leasing)

Praktek Pembelian di Pasar Industri
1. Penganalan Masalah.
Tahap pertama dalam proses pembelian di pasar industri ketika seorang di perusahaan tertentu mengenali adanya masalah atau kebutuhan yang dapat dipecahkan dengan memperoleh barang atau jasa tertentu.
2. Penjabaran Kebutuhan secara Umum.
Tahap dalam proses pembelian dipasar industri ketika perusahaan tersebut menjabarkan secara umumkarakteristik dan kuantitas barang yang dibutuhkan.
3. Spesifikasi Produk.
Tahapan ketika organisasi pembeli memutuskan dan menspesifikasikan karakteristik produk yang secara teknis terbaik atas barang yang dibutuhkan.
4. Analisis Nilai.
Pendekatan pengurangan biaya dimana semua komponen dipelajari secara seksama guna menentukan apakah dapat dirancang ulang, distandarisasikan atau dibuat dengan metode produksi yang lebih baik.
5. Pencarian Pemasok.
Tahapan ketika pembeli berusaha mendapatkan pemasok terbaik.
6. Pengumpulan Proposal.
Tahapan ketika pembeli mengundang pemasok yang memenuhi syarat untuk mengajukan proposal.
7. Pemilihan Pemasok.
Tahapan ketika pembeli mengulas proposal dan memilih satu atau beberapa pemasok.
8. Spesifikasi pesanan rutin.
Tahapan ketika pembeli menulis pesanan akhir kepada pemasok ( para pemasok ) terpilih, membuat daftar spesifikasi, kuantitas yang dibutuhkan,waktu penyerahan yang diharapkan, kebijakan pengembalian barang dan garansi.
9. Penilaian Kinerja.
Tahapan ketika pembeli memeringkat kepuasannya terhadap pemasok,sambil mengambil keputusan apakah akan melenjutkan, memodifikasi atau memutuskan perjanjian hubungan tersebut.


Analisis lingkungan pemasaran industri
Yang dimaksud dengan lingkungan perusahaan, sebenernya adalah semua faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan serta hasil pelaksanaannya. Masalah yang dihadapi oleh manajer adalah setelah diberikan informasi tentang pengaruh eksternal. Bagaiman caranya memonitor dan bahkan menganalisis faktor-faktor eksternal yang banyak dan bervariasi tersebut? Sebagai titik awal, kita harus menggungakn semacam system atau kerangka menyususn informasi tersebut. Misalkan, lingkungan eksternal bisa digolongkan menurut sumbernya menjadi lingkungan ekonomi, teknologi , demografi, sosial, serta pemerintah.
Syarat analisis lingkungan yang efektif adalah kemampuan untuk memisahkan faktor yang benar-benar penting dari faktor-faktor penting lainnya.dari sudut pandang perusahaan, init dari lingkungan eksternalnya adalah jaringan dari hubungan bisnis yang dilakukannya.

Klasifikasi produk dan jasa industri
Menurut Kotler (2000:45), produk diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok yaitu:
1. Berdasarkan Wujud
Berdasarkan wujudnya, produk diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: Barang dan Jasa.
Barang adalah produk yang berwujud fisik, sehingga dapat dilihat, diraba, disetuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan dan perlakukan fisik lainnya.
Jasa adalah aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contoh produk berupa jasa diantaranya seperti salon, hotel dan lain sebagainya.


2. Berdasarkan Daya Tahan
Berdasarkan daya tahannya, produk dikategorikan menjadi 2 yaitu:
Barang tidak tahan lama
Barang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Contohnya: sabun, pasta gigi dan sebagainya.

Barang tahan lama
Barang tahan lama (durable goods) adalah barang berwujud yang biasanya dapat bertahan lama dengan banyaknya pemakaian. Contohnya: lemari es dan lain-lain

3. Barang Konsumen
Barang Konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir dan bukan untuk kepentingan bisnis, terdapat empat jenisbarangkonsumen yaitu:
Convenience Goods yaitu barang yang umumnya memiliki frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), diperlukan dalam waktu segera dan membutuhkan usaha yang minimum dalam perbandingan dan pembeliannya.
Shooping Goods adalah barang yang proses pemilihan dan pembelianya konsumen membandingkan harga, kualitas, dan model diantara berbagai alternatif yang ada. Contohnya: alat rumah tangga, pakaian dan lain sebagainya.
Speciality goods adalah barang yang memiliki karakteristik atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang ini terdiri atas barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, seperti mobil jaguar dan pakaian desain terkenal.
Unsought goods adalah barang yang tidak diketahui maupun telah diketahui konsumen, konsumen belum tentu tertarik untuk membelinya. Contohnya: batu nisan, ensiklopedi, tanah pekuburan dan lain sebagainya.
4. Barang Industri
Barang industri adalah barang yang di konsumsi oleh konsumen antara atau konsumen bisnis. Barang industri ini selain digunakan untuk di konsumsi langsung, yaitu untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali. Terdapat 3 kelompok barang industri, yaitu:
Material and part adalah barang yang sepenuhnya masuk dalam produk jadi. Kelompok ini dibagi menjadi bahan baku, bahan jadi dan suku cadang.
Capital Items adalah barang tahan lama yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi.
Supplies and service adalah barang yang tidak tahan lama dan jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan/mengelola keseluruhan produk jadi.


Referensi:

Minggu, 06 Oktober 2019

Pemasaran Industri

PENGANTAR PEMASARAN INDUSTRI

Pemasaran Industri
Pemasaran Industri adalah kegiatan yang memfasilitasi terjadinya pertukaran produk dengan pelanggan dalam pasar industri mencakup semua perusahaan yang membeli barang dan jasa industri.
Pemasaan produksi mengarahkan produknya kepada:
Ø  Perusahaan manufaktur
Ø  Perusahaan yang membeli untuk membantu proses produksi
Ø  Lembaga yang membeli untuk kegiatan operasionalnya

Perbedaan pemasaran industri dengan pemasaran konsumsi
Pemasaran Industri VS Pemasaran Konsumen
PEMASARAN KONSUMEN Terdiri dari individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi,
PEMASARAN INDUSTRI mengarahkan produknya untuk perusahaan-perusahaan yang menjual produknya kembali kepada orang lain, kepada lembaga-lembaga yang memutuhkannya untuk keperluan proses produksi, atau kepada organisasi pemerintah untuk membantu aktivitas mereka setiap hari. Jadi pemsaran industri tidak menunjukkan produknya kepada konsumen akhir. Perusahaan-perusahaan yang membeli produk industri mengadakan pertukaran secara rasionil. Mereka membeli barang dengan memakai pertimbangan yang rasionil, ekonomis, dan menguntungkan.
Ruang Lingkup Pemasaran Industri
Formulasi strategi dan perencanaan pemasaran industri dimulai dengan suatu analisis terhadap lingkungan yang selalu berubah, baik mako maupun mikro. 
Sistem klasifisikasi barang/jasa akan memberikan gambaran bagaimana perencanaan dan strategi pemasaran berbeda menurut kategori barang/jasa.
Manajemen pemasaran industri berfungsi untuk menganalisis, merencanakan, melaksanakan, pengendalian diri, dari setiap prodram yang telah direncanakan untuk menciptakan hubungan baik yang saling menguntungkan.

Karakteristik permintaan industri
·  Permintaan Turunan (Derived Demand). Kulit binatang dibeli oleh perusahaan karena ada yang menginginkan sepatu kulit. Sehingga permintaan pasar atas barang jasa industri pada akhirnya berasal dari permintaan atas barang konsumsi.
·  Permintaan Inelastik. Permintaan total atas banyak barang industri dan jasa tidak banyak dipengaruhi oleh perubahan harga. Misalnya pabrik sepatu kulit tidak akan membeli kulit dalam jumlah besar hanya karena harga kulit sedang turun, begitu juga sebaliknya, kecuali mereka mendapatkan pengganti atas kulit yang memadai.
·  Permintaan Berfluktuasi. Permintaan atas barang industri dan jasa cenderung lebih mudah berubah daripada barang konsumsi, terutama pada permintaan mesin-mesin dan peralatan baru. Kenaikan persentase tertentu dari permintaan barang konsumsi dapat mengakibatkan kenaikan dalam jumlah persentase yang jauh lebih besar dalam permintaan atas mesin dan peralatan. Ekonom menyebutnya sebagai prinsip percepatan (acceleration principle).

Referensi



Minggu, 07 April 2019

Analisis SWOT pada Manajemen Pemasaran

KEKUATAN ( STRENGHT )
1. Kemampuan dan kedisplinan karyawan
2. Pengalaman Perusahaan
3. Hubungan dengan pelanggan sudah terbentuk
4. Permodalan yang kuat

KELEMAHAN ( WEAKNESS )
1. Belum ter-modernisasi peralatan penunjang produksi
2. Jumlah sarana dan prasaranan kurang memadai
3. Jumlah Karyawan
4. Riset dan Development

PELUANG ( OPPORTUNITY )
1. Naiknya tingkat pendapatan perkapita sehingga menungkatkan daya beli masyarakat
2. Pertumbuhan pasar baru akan produk
3. Trend masyarakat yang berhubungan dengan masyarakat
4. Ketergantungan masyarakat pada internet menciptakan peluang dagang online

TANTANGAN ( THREAT )
1. Jumlah pemasok bahan baku berkurang
2. Jumlah pesaing bertambah
3. Peraturan dan kebijakan pemerintah
4. Krisiis ekonomi

Selasa, 20 November 2018

Rangkuman Data "KOPERASI PRIMER DARMA PUTRA KUJANG 1” CIjantung Jakarta Timur



Alief Azizi            (10216051)
Daniel Hanson  (11216698)
Ingles Santri       (13216529)
Nurhikmah         (15216578)
Rafi Arkhan        (15216940)


KELAS 3 EA 18
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
MATA KULIAH EKONOMI KOPERASI
UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK


OKTOBER 2018

 Koperasi
Koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang berjuang dalam bidang ekonomi. Sebagai pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsipprinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.
Koperasi berkaitan dengan fungsi – fungsi :
·       fungsi sosial
·       fungsi ekonomi
·       fungsi politik
·       fungsi etika

Koperasi Primer
Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang. Syaratnya adalah beranggotakan warga negara Indonesia dan memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan hukum. Dikarenakan koperasi merupakan sebuah badan hukum. Akan tetapi bagi pelajar dianggap belum bisa mengambil tindakan hukum dan membentuk koperasi.

Prinsip – Prinsip Koperasi
Undang-undang Nomor 17 tahun 2012 Pasal 6 merinci ada 7 (tujuh) prinsip koperasi Indonesia, yaitu:
 1. Kanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
2. Pengawasan oleh anggota diselenggarakan secara demokratis.
3. Anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi koperasi.
4. Koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, dan independen
5. Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi Anggota, Pengawas, Pengurus, dan karyawannya, serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan Koperasi.
6. Koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat Gerakan Koperasi, dengan bekerja sama 15 melalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional.
7. Koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakatnya melalui kebijakan yang disepakati oleh Anggota.

Konsep koperasi
1.         Konsep Koperasi Barat, bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi.
2.                  Konsep Koperasi Sosialis, bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
3.                  Konsep Koperasi Negara Berkembang, ialah konsep koperasi yang sudah berkembang dan memiliki ciri tersendiri, dengan adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
Aliran koperasi
1. Aliran Yardstick
Didalam aliran ini pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
2. Aliran Sosialis
Berbanding terbalik dengan Aliran Yardstick, di Aliran Sosialis ini pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
3. Aliran Persemakmuran(Commonwealth)
Aliran persemakmuran ini sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peran utama dalam struktur perekonomian masyarakat.

Sejarah Koperasi Darma Putra Kujang 1
PRIMKOPAD Brigif Linud 17/1 Kostrad didirikan tepatnya tanggal 12 Juli 1967 berkedudukan di JL. Boscha no. 4 di Bandung. Seiring berjalannya waktu, pada tanggal 1 Oktober 1965 Markas Brigade dipindahkan dari Bandung ke Jakarta Timur. Komando Brigade memberikan ruangan bekas Mushola yang tidak lagi dipergunakan untuk dijadikan Gedung toko sekaligus kantor. Atas dukungan komando dan persetujuan seluruh anggota, maka gedung tersebut dapat dikembangkan dan menjadi hak milik primkopad.                   
              pada awalnya terdiri dari unit toko dan unit simpan pinjam.Unit toko ini menyediakan kebutuhan primer dan sekunder serta perlengkapan Militer. Sedangkan unit simpan pinjam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan uang kontan bagi anggota pada saat – saat anggota memerlukan dana untuk berabagai kebutuhan yang sangat mendesak.
              Usaha Primkopad sampai saat ini semakin berkembang setelah dapat menambah unit – unit usaha baru antara lain jasa wartel, unit sewa kios/toko, unit jasa angkutan, unit Bengkel Motor Kujang, dan kerja sama dengan pihak kedua atas dasar saling menguntungkan.
 Tujuan dan Manfaat Koperasi
VISI
Berperan aktif menciptakan kesejahteraan anggota.
MISI
a.      Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
b.      Berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

NAMA
PANGKAT
NRP
JABATAN
KET
1
Beriaman Halawa
Letnan Satu Inf
21970213691176
Ketua

2
Bambang Jakaria
Sertu
31950622230674
Sekretaris

3
Wiwik Budi W
Serka
31940492621174
Ur Bend

4
Feri Trisianto
Sema
31930851760272
Ur Nikop

5
Rahmad Budoyo
Sertu
21090220340188
Unit Toko

6
Alhadi
Serma
3920524290670
Unit Usipa

7
Sutomo
Praka
31071509671085
Anggota

8
KM.Fikri
Praka
31081590330586
Anngota

c.       Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
d.      Menjadi salah satu koperasi terbaik dan terbesar di Indonesia.
Susunan Organisasi dan Fungsi Jabatan
Primer Koperasi Kujang 1
Per 31 Desember 2017            
Penjelasan tugas pada struktur pengurus Primer Koperasi Darma Putra Kujang 1:
1.      Ketua Koperasi, bertugas sebagai pengontrol manajemen koperasi
2.      Sekretaris, bertugas melakukan pencatatan penting terkait kegiatan koperasi sehari-hari.
3.      Urusan Bendahara (UrBen), bertugas membuat laporan keuangan secara keseluruhan kegiatan usaha koperasi.
4.      Urusan Teknik Perkoperasian (Urnikkop), bertugas melakukan pengambilan  keputusan yang sesuai dengan teknik perkoperasian yang sudah ditetapkan sebelumnya mengenai investasi dari pihak luar ataupun pembiayaan yang dikeluarkan.
5.      Unit Toko, bertugas  untuk mengontrol dan mencatat kegiatan usaha di dalam lingkungan koperasi.
6.      Unit Simpan Pinjam (Usipa), merupakan bagian dari koperasi yang melakukan pengecekan atau menghitung nominal pemotongan kredit (piutang anggota).
7.      Anggota, bertugas untuk membantu jalannya kegiatan jual beli koperasi agar berjalan dengan baik.

Aktivitas Koperasi Darma Putra Kujang 1
Aktivitas kegiatan Usahanya dibagi menjadi 3 (Tiga) bagian antara lain sebagai berikut :
     a)      Unit Usaha Simpan Pinjam (USIPA)
diharapkan dapat membantu anggota dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan seperti Biaya Pendidikan, Membangun/Renovasi Rumah, Membeli tanah, Menambah modal usaha, Biaya opname (Berobat) dan keperluan keluarga lainnya

      b)      Unit Usaha Toko
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota dan keluarga serta masyarakat sekitar agar dapat berbelanja secara langsung ke Primkopad, diantaranya kebutuhan barang sembako dan kebutuhan rumah tangga dll.    

     c)       Unit Usaha Jasa     
Unit usaha jasa yang bekerjasama dengan  pihak luar maupun anggota organik antara lain :
1.      Kios Pasar (ruko)
2.      Ruang Toko
3.      Unit usaha Dinas Perlengkapan Militer
4.      Ruang Photo Copy

Laporan Permodalan keuangan
1.      Modal Koperasi
Modal koperasi adalah sejumlah dana yang digunakan untuk melaksanakan usaha-usaha koperasi. Primkopad merupakan koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam, dan perdagangan. Koperasi ini mempunyai kegiatan seperti memberikan kredit baik uang maupun barang, jual beli berbagai barang dan kebutuhan sehari-hari untuk keuntungan kesejahteraan anggotanya.
Primkopad menyediakan 2 bentuk pinjaman untuk anggotanya yaitu:
—  Pinjaman/kredit Uang
—  Pinjaman/kredit Barang
2.      SUMBER MODAL KOPERASI
Sumber dana yang di dapat Primkopad berasal dari dana yang berasal dari pihak intern dan Simpanan
—  Simpanan Pokok,
Rp.25.000 langsung dipotong dari gaji
—  Simpana Wajib,           
1. BINTARA      : Rp. 2500,00
 2. TAMTAMA     : Rp. 2000,00
  3. PERWIRA      : Rp. 3000,00
•       Simpanan SukaRela
1. BINTARA       : Rp. 100.000,00
2. TAMTAMA      : Rp. 70.000,00
3. PERWIRA            : Rp. 200.000,00

3.      Laporan Keuangan
Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi:
—  Neraca
—  perhitungan hasil usaha (income statement)
—  Laporan Arus kas
—  catatan atas laporan keuangan
—  Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan

Laporan Keuangan Koperasi bulan Juni 2018
a.      Keuntungan Kotor

Dari barang niaga                                      : Rp. 12.974.107,-
Dari kios sewa (terlampir)                        : Rp. 10.800.000,-
Dari unit usaha koperasi (terlampir)         : Rp. 13.944.000,-
Dari unit usaha kantin (terlampir)             : Rp.   4.940.000,-
Dari unit usaha bengkel                             : Rp.  1.800.000,-
Dari unit usaha cukur                                 : Rp.  2.100.000,-
Dari unit usaha JNE                                   : Rp.  2.785.200,-           +
Jumlah                                                         : Rp. 49.343.307,-

b.      Pengeluaran

ATK                                                                       : Rp.       270.000,-
ATK JNE                                                               : Rp.       548.000,-
Ongkos                                                                   : Rp.       150.000,-
Biaya telepon                                                          : Rp.          38.699,-
Biaya toko                                                              : Rp.
Biaya pulsa ATM BRI                                            : Rp.       607.500,-
Biaya dasos                                                             : Rp.       600.000,-
Biaya gaji Karyawan JNE                                      : Rp.    1.600.000,-
Biaya gaji karyawan kebersihan Kop                     : Rp.    1.600.000,-
Biaya service air ruko                                             : Rp.        400.000,-
Biaya beasiswa anak sekolah                                   : Rp.    2.900.000,-
Biaya halal bihalal                                                    : Rp.    1.836.000,-       +
Jumlah                                                                 : Rp. 10.550.199,-

  
c.       Keuntungan Bersih Jumlah A-B
= Rp. 49.343.307,-    -  Rp. 10.550.199,-  = Rp 38.793.108
Terbilang :(Tiga Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Sembilan Puluh Tiga Ribu  Seratus Delapan Rupiah)

Sisa Hasil Usaha (SHU)
Sisa Hasil Usaha (SHU)Menurut UU No. 25/1992 sebagaimana dinyatakan dalam pasal 45 adalah sebagai berikut :
1  .      SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun.
2  .      SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
3  .      Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

Nilai SHU anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
      4.      1.    SHU total koperasi pada satu tahun buku
     5.      2.    Bagian (persentase) SHU anggota
     6.      3.    Total simpanan seluruh anggota
     7.      4.    Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omset) yang bersumber dari anggota
     8.      5.    Jumlah simpanan per anggota 
      9.      6.   Omzet atau volume usaha per anggota
     10.  7.    Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota  
     11.  8.    Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

Rumus Pembagian SHU
              Menurut AD/ ART koperasi primkopad, SHU dibagi sebagai berikut :
1)      Cadangan                : 40%
2)      Jasa anggota           : 40%
3)      Dana pengurus        : 5%
4)       Dana Karyawan       : 5%
5)      Dana Pendidikan     : 5%
6)      Dana social              : 5%
7)      SHU Per anggota dapat dihitung sebaga berikut :
8)      SHUA             = JUA + JM
              Dimana
1)      SHUA             : Sisa Hasil Usaha Anggota
2)      JUA                : Jasa Usaha Anggota
3)      JMA                : Jasa Modal Anggota  
Bila SHU bagian anggota menurut AD/ART koperasi Primkopad adalah 40%       dari total SHU,danrapat anggota menetapkan bahwa SHU bagian anggota tersebut dibagi secara proporsional menurut jasa modal dan usaha, dengan pembagian Jasa Usaha Anggota sebesar 70%, dan Jasa Modal Anggota sebesar 30%, maka ada 2 cara menghitung persentase JUA dan JMA yaitu :
1.    Langsung dihitung dari total SHU koperasi, sehingga :
                        JUA    = 70% × 40% total SHU koperasi setelah pajak
                                    = 28% dari total SHU koperasi
JMA    = 30%× 40% total SHU koperasi setelah pajak
                                    = 12% dari total SHU koperasi
2.    SHU bagian anggota (40%) dijadkan menjadi 100 %, sehingga dalam hal ini diperoleh dahulu angka absolut, kemudian dibagi sesuai dengan persentase yang ditetapkan.

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT)
RAT berjalan tertib dan lancar melalui proses musyawarah, yang dihadir dalam acara tersebut antara lain adalah Ketua Primkopad brigrif Linud 17 Kujang I/ Kostrad Pengurus Primkopad, Badan Pengawas, dan Pembina/ Dansat beserta anggota lainnya. Ketua Primkopad Letnan Dua Inf.
Ketua Primkopad brigrif Linud 17 Kujang I/ Kostrad dalam sambutan mengatakan, melaksanakan petunjuk Kasad untuk mensejahterakan Prajurit dan Keluarganya ada 3 aspek yang harus diperhatikan, yaitu Aspek Organisasi dan manajemen, aspek usaha dan aspek keuangan, prospek usaha dari ketiga jenis usaha tersebut cukup menjanjikan karena potensi pasar intern lingkup Angkatan Darat cukup besar dan berpotensi.